Senin, 11 April 2011
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Senyuman
Barangkali untuk menguraikannya butuh sejenak berfikir,toh tema yang tak begitu menarik tuk ditulis juga dibaca,jadi wajar jika aku harus meminta maaf dulu kepada anda yang telah kecewa ketika menatapkan pandangan anda kebaris baris sederhana ini,namun harapanku,semoga saja tidak menjengkelkan,dan semoga anda bersabar untuk sampai dititik terakhir dan tentunmya di akhir paragaf.
Berangkat dari sebuah senyuman tulus kadang banyak hal luar biasa bisa terjadi,sepasang suami istri yang telah hidup berumah tangga selama bertahun tahun dalam romantisme keluarga mereka kadang bermula hanya dari sebuah senyuman,senyuman yang terpancar dari salah satu atau keduanya ketika mereka masih sama sama sendiri,yah sebuah senyuman,kemudian senyum itu bermekaran seperti bunga bunga dimusim semi,rimbun,subur dan itulah keluarga.
Dari sedikit senyum pula kadang kebencian timbul dan berakibat fatal,adalah seorang pemuda meludahi wajah orang yang didepannya ketika orang tersebut tersenyum sinis dengan keadaan pemuda tersebut.ow..!itukah senyum,yang mengundang ludah dengan cepat lalu menempel diwajah,
Senyum,hanya gerakan ringan tanpa butuh energi yang berlebih ternyata kadang mampu meruntuhkan “kekuatan”,adalah seorang pemuda yang lumayan dengan body “otot kawat balung besi”kata orang he he barangkali lebih enaknya dengan bahasa laen”harimau”mampu dirubah menjadi domba yang penurut ketika ‘badai senyum’menerpa tatapan wajahnya,begitupula kadang senyuman yang dilihat seorang gadis disiang hari mampu membuat matanya sulit terpejam dimalam hari.
So! Hati hatilah toek asal tersenyum,pesan ini disampaikan olehku,”pemuda murah senyum”ce ilee..,namun bukan berarti larangan,pun juga bukan perintah,karena pada dasarnya bibir dan mimik wajah anda,adalah anda yang mengexpresikannya sendiri,bukan aku,dia atau mereka,hanya saja untuk kalimat tepatnya adalah’’senyum yang tepat disaat yang tepat dan untuk hal yang tepat pula tentunya”,karena murah senyum di mahatoh(tempat tunggu bis)sendirian,tanpa kawan tanpa ba bi bu emm..kayaknya anda harus cek kesehatan jiwa,ups! Jangan tersenyum disaat membaca tulisan ini dan jangan pula cemberut,pun marah apalagi bahagia,karena tulisan ini tidak menerima semua ekspresi ekspresi tersebut,cukup baca dan jika tidak berkenan lupakan saja.
O ya,tentang senyuman rosulullah pernah bersabda”senyummu untuk saudaramu adalah merupakan sodakoh’’.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar