(Diangkat dari sebuah canda)
Pada Suatu masa hiduplah seorang penguasa diktator,meski ia seorang raja untuk negeri muslim dan dirinya juga muslim namun hal tersebut tidak mengurangi kediktatorannya,jika ada kelompok atau orang yang berseberangan dengannya pastinya jeruji besi ataupun bermacam macam hukuman bakal jadi nuansa kehidupannya.
Setelah kira kira 30 tahun,rakyatnya ternyata tidak tahan dengan kelakuan si penguasa ini,akhirnya terjadilah apa yang zaman sekarang dinamakan demonstrasi besar besaran,meski telah banyak yang menjadi korban kebiadaban alat kekuasaannya,namun ternyata para pendemo tidak putus asa,hari berganti hari semakin panas,penguasa penguasa tetangga pun ikut ikut mengecamnya untuk segera turun dari kekuasaanya.
Akhirnya ia pun mulai stress,kemudian memanggil punggawa perangnya yang selama ini menjadi tangan kanannya.
(Di ruang kerjanya)
‘’jogoboyo ! “:kata penguasa memulai percakapan.
“baik ya tuan “:jawab punggawa perangnya
“kamu lihat orang orang demo smakin hari semakin runyam,sebenanya mana yang lebih utama,aku dengan obama” :tanyanya
“oh,tentu paduka yang lebih utama”:jawabnya
“alasanmu”
“karena paduka adalah pemimpin muslim,di negeri muslim pula,paduka juga tidak takut pada iran,sementara obama takut pada iran”jawab punggawa panjang
Sang penguasa pun mengangguk angguk senang,kemudian bertanya lagi.
“lalu,lebih utama mana aku dengan soharto,presiden negeri indonesia itu?”
“oh,tentu tuan lebih utama”
“alasanmu ”
“tuan,soeharto presiden lemah,ia bisa diturunkan oleh rakyatnya,dan paduka tidak.”
“hmm..benar juga..”:guman penguasa sambil tersenyum.
“tapi punggawa,bagaimana dengan umar bin khotob,lebih utama mana denganku”tanyanya kemudian.
Sang punggawa pun mulai ketakutan,kali ini ia sedikit menjauh dari pimpinannya dan mendekati pintu.
“punggawa! Jawab!”:bentak penguasa
“iy iy ya tuan “:jawabnya ketakutan
“tuan lebih utama pokoknya”:lanjutnya kemudian sambil senyum yang dipaksakan
“hem? Bagus bagus,tapi apa alasanmu “:tanya penguasa
Kali ini pungawa benar benar berada disamping pintu sambil ketakutan
“anu tuan ,he “:jawabnya sambil senyum
“apa “:tanya penguasa tak sabaran
“tu tu tuan,umar bin khotob kan masih takut sama alloh,tapi tuan tidak”
Bruak!!..sang punggawa lari keluar terburu buru,menjauh dari pimpiananya dan tak sengaja tangannya mengenai daun pintu,tak berapa lama terdengar
“dor! Dor! Dorrr!”terdengar ledakan pistol dari kamar penguasa,
“dasar punggawa brengsek”:teriaknya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar